Tuesday, February 27, 2007

Membuat SIM di mobil keliling

Ini pengalaman saya memperpanjang SIM di mobil keliling.
Bulan Maret 2007 SIM saya akan habis masa berlakunya. Kebetulan sebelumnya saya pernah mendengar tentang mobil SIM keliling. Kemudian saya mencari di internet untuk mengetahui keberadaan mobil SIM keliling ini. Mobil SIM keliling ini memang selalu berpindah ke berbagai tempat untuk melayani perpanjangan SIM. Ternyata untuk mengetahui keberadaan mobil SIM keliling ini caranya sangat mudah. Kita tinggal SMS saja ke 1717 dengan mengirim pesan " Jadwal mobil SIM keliling " . Beberapa menit kemudian ada SMS balasan yang isinya tentang lokasi keberadaan mobil keliling. Di SMS balasan itu disebutkan beberapa lokasi seperti di Glodok, Mal Artha Gading, Kampung Melayu, Mal Ambasador dan jalan Panjang (depan SPBU). Tentu saja saya memilih lokasi yang terdekat dengan rumah saya yaitu di jalan panjang pos pengumben yang letaknya di jembatan baru seberang SPBU baru .
Tanggal 21 Februari 2007 Setengah delapan saya berangkat dari rumah saya. Lima belas menit kemudian saya tiba di lokasi yang dimaksud. Ternyata di lokasi itu sudah berjejer puluhan orang yang sudah mengantri untuk memperpanjang SIM padahal mobil SIM keliling belum juga tiba di tempat itu. Saya langsung mengantri kira-kira posisi saya di urutan 40 an. Saya salut dengan orang-orang ini karena tanpa ada petugas yang mengawasi mereka sudah tertib antri mengatur dirinya sendiri. Kebetulan tempat itu juga ada sisa jalan yang luas untuk parkir motor maupun mobil. Hanya saja karena berada di atas jembatan yang di bawahnya merupakan kali maka kita bisa melihat tumpukan sampah di kali itu. Tapi untung saja bau sampahnya tidaklah terlalu menyengat sehingga tidak mengganggu saya yang sedang mengantri.
Jam setengah sembilan akhirnya mobil SIM keliling pun tiba. Petugas segera membuka loket memasang tenda kecil dan merapihkan beberapa meja dan bangku di dekat mobil SIM keliling. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh orang yang mengajukan perpanjangan SIM. Syaratnya antara lain:
  • SIM tidak boleh habis kadaluarsanya lebih dari setahun.
  • SIM harus terbitan Jakarta karena mobil SIM di daerah itu hanya khusus untuk melayani SIM Jakarta.
  • Hanya SIM A dan C.
  • Membawa SIM asli. Kalau untuk kehilangan harus disertai surat tanda kehilangan dari polisi.
  • Membawa fotokopi KTP yang masih berlaku (kalau mengurus 2 SIM berarti 2 fotokopy KTP)
  • Membeli Formulir @100.000.
  • JAngan lupa membawa pulpen untuk mengisi formulir.
Pertama antrian adalah untuk membeli formulir dengan menyerahkan syarat-syarat tadi. Saya membeli 2 formulir untuk SIM A dan C dengan membayar Rp200.000 untuk keduanya. Kita juga diberikan formulir berwarna kuning untuk kartu asuransi. Di formulir itu kita disuruh mengisi nama, alamat, telp, tgl lahir, tinggi badan, nama ayah, nama ibu dll. Kemudian formulir dikumpulkan ke petugas disitu. Kita tunggu sampai nama kita dipanggil untuk difoto. Formulir yang disediakan di mobil keliling itu ternyata hanya ada 60 formulir sehingga untuk orang yang tidak kebagian terpaksa akan ditolak dan dipersilakan datang keesokannya. Jadi siapa cepat dia dapat. Ada yang bercerita sesama antrian bahwa dia sudah tiga kali mengantri di tempat itu baru giliran yang ketiga ini baru dia dapat. Karena itu sebaiknya datang pagi-pagi sekali agar tidak kehabisan formulir.
Menunggu panggilan difoto sangatlah lama karena saya berada diurutan 40. Satu orang prosesnya adalah 10 menit. Kalau anda nanti ingin memperpanjang SIM di mobil keliling jangan lupa membawa payung, makanan snack dan minuman agar tidak terlalu lelah menunggu. Payung dibawa untuk jaga-jaga kalau hujan karena disitu hanya terdapat tenda kecil yang cukup untuk hanya beberapa orang saja..
Setelah beberapa lama akhirnya nama saya dipanggil. Kemudian saya masuk ke mobil yang ber-ac itu. Kemudian saya disuruh duduk untuk melihat cermin yang memantulkan tulisan dari papan lampu untuk tes mata. Saya disuruh menyebut beberapa angka dan huruf yang tertera disitu. Juga ada warna hijau dan merah untuk tes warna. Tulisan dan hurufnya sangat jelas sehingga tes itu tidak memakan waktu lama saya sudah dapat menyelesaikannya. Setelah itu saya disuruh tanda tangan di sebuah kertas kecil.
Kemudian saya pindah ke tempat duduk disebelahnya untuk difoto. Petugas menanyakan beberapa hal untuk mempertegas isi formulir kita seperti nama dll agar tidak salah. Kemudian saya difoto dan disuruh menempelkan jempol kanan dan kiri ke sebuah alat. Saya difoto dua kali satu untuk SIM A dan satu lagi untuk SIM C. Setelah selesai saya disuruh mengecek tampilan SIM saya di monitor komputer. Setelah dirasa benar saya kemudian keluar untuk menunggu kartu SIM saya. Tidak lama menunggu beberapa menit kemudian saya dipanggil dan menerima 2 kartu SIM dan satu kartu asuransi. Akhirnya selesai sudah saya memperpanjang SIM. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 , Saya segera pulang. Saya pikir ini adalah salah satu pelayanan yang bagus dari polantas untuk mempermudah masyarakat dalam menguirus SIM. Mungkin masih ada kekurangan tapi saya yakin kedepannya akan lebih baik lagi. Sukses selalu Polisi Indonesia.

Friday, February 23, 2007

Jakartaku Banjir

Jumat 2 Februari 2007, pagi-pagi adik dan kakak saya yang tadinya sudah berangkat mau ke tempat kerjanya kembali lagi ke rumah. Alasannya metromininya tidak mau jalan karena terhambat banjir... Jadi mereka hari itu bolos kerja dulu. Setelah melihat berita di TV ternyata memang terjadi banjir besar di Jakarta tidak hanya di daerah Jakarta Barat saja tapi hampir seluruh Jakarta terendam banjir. Ini memang bukan banjir biasa.
Banjir ada dimana-mana di seluruh Jakarta. Daerahnya antara lain: Petamburan, Tanah Abang, Gambir dan Kemayoran (Jakarta Pusat).  Papanggo,Kelapa Gading, Cilincing, Koja, Tanjung Priok dan Pademangan (Jakarta Utara). Rawa Buaya, Palmerah, Grogol, Petamburan, Tambora, Cengkareng, Kali Deres, Taman Sari Pos pengumben dan Kebon Jeruk (Jakarta Barat). Pesanggrahan, Tebet, Kebayoran Baru, Pesanggrahan, Cilandak, Mampang, Pancoran, Jagakarsa, Pasar Minggu dan Setiabudi (Jakarta Selatan). Kampung Melayu, Jatinegara, Makasar, Kramatjati, Duren Sawit, Matraman, Pulo Gadung, Cakung,Ciracas  dan Bidara Cina (Jakarta Timur).
Mobil-mobil tidak bisa lewat karena banjir. Yang nekat menerjang banjir kebanyakkan mobilnya malah mogok. Banjir juga menyebabkan ribuan saluran telepon mengalami gangguan. Internet dari telkom seperti telkomnet dan speedy juga terganggu. Listrik juga mati karena katanya ada gardu yang terendam. Mati listrik juga terjadi di daerah saya.
Hari itu Jakarta jadi lain seperti biasanya. Tiba-tiba saja jutaan orang mengungsi karena rumahnya kebanjiran. Ini memang banjir yang tidak biasa. Ini adalah banjir siklus lima tahunan. Sebelumnya kira2 tahun 2002 juga terjadi banjir besar di Jakarta. Tahun 1621,1654, 1918, 1942, 1976, 1996, 1996 juga terjadi banjir besar. Tapi tahun 2007 ini kejadian banjirnya lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.
Penyebab banjir di Jakarta, disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama tentunya karena memang curah hujan yang besar dan merata. Selain itu karena adanya pendangkalan sungai, berkurangnya daerah resapan air dan sampah yang mnyumbat saluran air. Ketinggian permukaan yang hampir rata dengan permukaan air laut juga menjadi salah satu penyebab banjir.
Supaya tidak terulang lagi sudah seharusnya pemerintah segera mengatasi banjir ini. Sebelumnya pada tahun 1920 Pemerintah Hindia Belanda membangun kanal Barat yang dirancang oleh Van Breen untuk mengatasi banjir. Kini pemerintah DKI merencanakan untuk membangun kanal Timur. Disamping itu juga ada rencana membangun waduk dan sodetan. Mudah-mudahan Jakarta nantinya tidak banjir lagi...


Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Wednesday, February 07, 2007

Jakarta tanpa burung

Flu burung merupakan penyakit yang sekarang ini meresahkan seluruh
dunia. Sudah banyak korban akibat flu burung ini. Akibat flu burung
ini warga Jakarta dilarang memelihara unggas di permukiman dan
pemelihara burung hias harus memiliki sertifikat.
Saya rasa tanggung jawab kita bersama untuk membasmi wabah flu burung
tapi bukan berarti semua unggas harus dimusnahkan. Bagaimana nasib
para penjual unggas dan juga orang-orang yang mencari penghasilan dari
beternak unggas?... Saya setuju saja jika ada peraturan yang melarang
unggas berkeliaran di pemukiman tapi kalau sampai dimusnahkan
seluruhnya itu sepertinya terlalu berlebihan. Semua unggas walaupun
tidak terkena flu burung juga harus dimusnahkan. Sebaiknya ada
peraturan bagi setiap yang memelihara unggas harus mengurung
unggas-unggasnya sehingga terhindar dari kontak dengan manusia.
Mengenai sertifikasi unggas hias seharusnya pemerintah yang langsung
mengunjungi lokasi sehingga disamping memeriksa kesehatan unggas itu
juga memeriksa apakah kandang hewan itu jauh dari resiko kontak dengan
burung liar lainnya. Sertifikasi juga sebaiknya dipermudah ini penting
bagi para penyayang hewan yang hewan tersebut sudah menjadi bagian
dari hidupnya. Jangan sampai timbul masalah baru dari kebijakan
pemerintah ini.
Burung-burung liar juga memiliki resiko paling besar terkena flu
burung, saya juga merasa sayang kalau mereka harus dimusnahkan juga
karena senang sekali mendengar suara kicau burung di pagi hari.
Mungkin suatu pagi saya tidak akan mendengar kicau burung dan kokok
ayam di Jakarta lagi. Mereka semua akan dimusnahkan... Betapa
malangnya mereka. Saya akan merindukannya. Mungkinkah ada cara lain
untuk mengatasi flu burung ini?...
Ada penelitian baru-baru ini bahwa flu burung juga dapat menyebar
melalui hewan lainnya seperti kucing, anjing dan bahkan lalat.
Walaupun ini baru penelitian awal tapi kalau ini memang terjadi apakah
mereka semua akan dimusnahkan. Memang cara paling mudah adalah
memusnahkan semua yang dianggap menyebarkan penyakit flu burung. Kalau
flu burung ini terus menyebar ke seluruh hewan-hewan di Indonesia
apakah hewan-hewan itu juga harus dimusnahkan semua. Padahal mereka
juga butuh hidup, sama-sama makhluk Tuhan.
Yang harus dimusnahkan itu adalah virus flu burungnya bukan binatang
sehat yang masih layak untuk hidup. Kita harus cepat-cepat mengadakan
penelitian untuk segera menemukan vaksin dan obat untuk flu burung ini.


No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
 
Blog Nanang Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template