Banyak dari kita berpikir kenapa hal itu bisa terjadi?... Kenapa kita lebih mencintai produk luar negeri daripada produk buatan dalam negeri sendiri padahal banyak produk kita yang tidak kalah kualitasnya dari produk luar. Setelah dipikir-pikir ternyata sudah sejak dulu sifat dari nenek moyang kita tidak terlalu cinta buatan negeri sendiri. Anda tahu asal-usul nama Indonesia sendiri bukanlah buatan bangsa kita sendiri. Loh kok.... Ya nama Indonesia itu asalnya merupakan kata yang dibuat oleh James Richardson Logan. Pada awalnya Logan menjadikan kata Indonesia untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang baginya. Tokoh-tokoh pendiri bangsa ini lebih menyukai kata buatan luar negeri ini ketimbang memakai istilah Nusantara atau membuat nama negara sendiri. Jadi bingung kan... kita disuruh cinta buatan Indonesia tapi nama Indonesia sendiri bukan buatan bangsa kita. Hmmm....
Pemerintah sendiri yang sering mengkampayekan cinta buatan dalam negeri ternyata juga tidak cinta buatan negeri sendiri, salah satu contoh presiden masih memakai istana negara yang asalnya merupakan buatan Belanda. Awalnya Istana Negara dibangun tahun 1796 untuk kediaman pribadi orang Belanda bernama J.A van Braam. Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan sebagai pusat pemerintahan serta tempat kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Selanjutnya setelah Indonesia merdeka sampai saat ini Presiden masih memakai gedung buatan Belanda itu. Padahal menurut saya seharusnya istana yang merupakan simbol negara sebaiknya dibuat oleh bangsa sendiri sebagai identitas bangsa yang merdeka.
Mobil yang dipakai Presiden adalah mobil bermerk Mercedes Benz yang buatan Jerman. Begitu juga para Menteri dan anggota DPR banyak yang memakai kendaraan produk luar negeri. Saya tidak tahu apakah pakaian mereka itu buatan lokal atau buatan luar negeri juga.
Itu pemerintahnya. Bagaimana dengan warganya.... mobil, motor, tv kebanyakkan memakai buatan Jepang, kedelai yang merupakan bahan utama untuk tempe ternyata diimpor dari luar negeri begitu juga kapas, susu, gandum dan masih banyak lagi bahan-bahan yang diimpor dari Australia atau negara lainnya. Makanan kita itu masih tergantung dari luar negeri. Iya.. memang sih kebanyakkan dari produk itu belum banyak diproduksi oleh lokal tapi apa memang iya kita harus terus-terusan bergantung ke produk luar.
Ngomong-ngomong bangsa Indonesia sendiri asalnya juga bukan merupakan warga asli Indonesia. Loh kok aneh banget... Kalau menurut sejarah, ras bangsa kita itu berasal dari Yunan di China bagian Selatan. Jadi mayoritas orang-orang Indonesia sendiri pada asalnya merupakan buatan luar negeri. Banyak orang Indonesia yang lebih membanggakan nenek moyangnya yang dari luar negri daripada dari lokal. Eh kakek gua orang Arab lohh.. Eh gw keturunan bule loh... (mungkinkah pernah mendengar suara sayup-sayup seperti itu?...)
Jadi semenjak zaman dahulu kita tidak cinta buatan dalam negeri... candi-candi dan wayang merupakan hasil pengaruh budaya luar yaitu dari India. Begitu juga dangdut yang music my country itu...asalnya merupakan hasil pengaruh dari musik India.
Budaya kita merupakan campuran dengan budaya China, India, Arab..dll. Bahasa kita juga merupakan campuran dari berbagai bahasa seperti Sansekerta, Arab, China, Eropa dll. Banyak orang Indonesia yang lebih bangga jika berbicara menggunakan bahasa asing dibanding bahasa lokal. Biar keren katanya... Ada yang bilang bahasa dan budaya kita kampungan, kurang ilmiah dsb. Padahal dengan menjelekkan budaya sendiri berarti kita juga menjelekkan diri kita sendiri.
Wah bagaimana nih.... he he... enggak masalah kalau kita masih suka buatan luar negeri tapi kita juga harus mulai dari sekarang mencintai produk bangsa sendiri demi kemajuan bangsa.
Ngomong-ngomong saya juga kurang cinta buatan dalam negeri Karena untuk menulis blog ini saya menggunakan komputer dan software buatan luar negeri. Blog yang dipakai adalah dari blogger yang merupakan buatan luar negeri juga. Karena itu maafkan saya negeri ku... Indonesia.
Keterangan: tulisan ini bukanlah merupakan hasil penelitian ilmiah tetapi hanya merupakan pikiran saya pribadi yang dihubungkan dengan hanya sedikit data. Jadi kalau ada salah kata atau data harap dimaklumi ya...



1 comments:
tp kya'y pendapat gw beda dh ma lo,,
menurut gw:
1) soal nama 'Indonesia' yang bukan berasal dari bahasa indonesia sndiri itu merupakan hal yang wajar karena awal dari hidup adalah sejarah. hanya sebagai contoh ne,, bahasa inggris yang qt tau skrng ne berasal atau merupakan gabungan dari bahasa jerman n prancis, tpi knp malah bahasa inggris yang lbh terkenal n justru menjadi bhs internasional?? itu karena org2 dr ngr trsbut sgt menghargai apa yg merka punya n berusaha mengembangkannya.
2) soal istana negara: menurut gw gedung itu memiliki sejarah yang sangat tinggi dimana gdung tersebut membuktikan perjuangan bangsa indonesia utk merebut kemerdekaannya. jadi y sayang aja klo di hancurin. ;)
3) klo soal mobil dimiliki presiden kita yang bukan merupakan produk lokal, yah skrng gni dh emangnya negara kita udh berhasil menciptakan mobil sendiri? yang dimaksudkan cinta produk dalam negri ialah(menurut gw skali lagi,red-) jika kita menggunakan suatu barang buatan negri sendiri walaupun brng trsbut jg diproduksi ngr lain cth'y: pakaian,spatu,dll.
kalau ada "made in indonesia" ngapain pke 'made in... other countries' toh lokal product juga g klh bagus, apalagi klo qt make local product brati qt dh brusaha meningkatkan perekonomian negara. ya kaan,, he,
Post a Comment